[UPDATE] Manajemen Persediaan : Tujuan, Jenis Dan Pengertian

Diposting pada

Pelajaran manajemen persediaan memiliki beberapa tujuan, jenis-jenis dan juga arti manajemen persediaan itu sendiri.

Oleh karena itu, kami akan mengulas dengan detail apa saja tentang tujuan, jenis dan pengertian manajemen persediaan ๐Ÿ™‚ . Sebelumnya kita juga pernah membahas tentang pengertian manajemen persediaan dan kalian bisa membacanya disini.

Pengertian Manajemen Persediaan

pengertian, tujuan dan jenis manajemen persediaan
Manajemen Persediaan

Yang pertama kita akan mengulas arti dari manajemen persediaan meskipun kami sudah pernah membahasnya, ini dimaksudkan untuk mengingatkan kalian supaya tidak lupa.

Yang dimaksud dengan manajemen persediaan adalah ilmu untuk mengatur atau memanage barang atau bahan yang disimpan ditempat tertentu yang nantinya akan dipakai sesuai dengan tujuan yang sudah ditentukan seperti proses produksi, penjualan, perakitan produk dan lain-lain.

Dalam ilmu manajemen persediaan perlu diperhatikan juga bahwa tidak hanya sekedar mengatur bahan baku keluar atau masuk saja, tetapi bagaimana cara untuk mengatur ketersediaan bahan baku supaya tidak merugikan perusahaan. Dan hal tersebut disesuaikan dengan kondisi internal dan eksternal perusahaan.

Karena itu, dibutuhkan ilmu manajemen persediaan sehingga perusahaan tidak merugi. Beberapa contoh manajemen persediaan yaitu bahan baku, barang dalam proses dan barang jadi.

Agar kalian dapat memahami secara menyeluruh tentang manajemen persediaan. Kami sudah merangkum beberapa poin penting seperti jenis, pengertian dan tujuan manajemen persediaan untuk kalian supaya bisa mengerti dengan maksimal.

Artikel terkait :

  1. Tujuan Atau Manfaat Penilaian Persediaan

Bahasa inggris manajemen persediaan adalah inventory management yang merupakan manajemen operasional perusahaan di bagian produksi.

Singkatnya manajemen persediaan adalah pengaturan persediaan barang dalam jumlah optimum. Dan untuk menunjang hal ini maka dibutuhkan pengelolaan yang baik atas persediaan untuk proses produksi.

Jenis-Jenis Manajemen Persediaan

Kalau kita berbicara tentang apa saja yang menjadi jenis-jenis manajemen persediaan maka terdapat beberapa, yaitu :

1. Bahan Baku (Barang Mentah)

Bahan baku merupakan jenis persediaan yang pertama, bahan baku merupakan bahan yang wajib dan harus ada karena tanpa adanya bahan baku maka barang jadi tidak akan selesai dibuat.

Manajemen persediaan harus memastikan adanya stok bahan baku untuk proses produksi.

2. Barang Dalam Proses (Barang Setengah Jadi)

Tidak sedikit perusahaan yang akan mengirimkan barang setengah jadi atau barang dalam proses ini ke pabrik yang lainnya untuk dilanjutkan menjadi barang jadi.

Manajemen persediaan akan memperhitungkan seberapa besar barang dalam proses ini diteruskan supaya bisa memenuhi permintaan pasar dan sesuai jadwal produksi.

3. Barang Jadi

Agar perusahaan memperoleh keuntungan secara maksimal maka pengaturan persediaan barang perlu dilakukan secara matang dan berdasar kondisi pasar, internal ataupun eksternal.

Setelah barang jadi maka perlu dikirim atau pendistribusian ke pihak ke tiga atau agen-agen yang sudah terdaftar.

4. Barang Suplai

Seseorang yang bertugas untuk mengatur persediaan tentunya harus pandai untuk mengelola semua persediaan yang digunakan untuk produksi ataupun yang tidak.

Kalau kita melihat dari sisi permintaan maka manajemen persediaan terbagi menjadi dua, yaitu :

1. Barang Mentah Dan Barang Setengah Jadi

Barang jenis ini tergantung oleh proses produksi bukan karena adanya permintaan pasar atau bahasa inggrisnya dependent demand inventory.

2. Barang Jadi

Barang jadi ditentukan oleh permintaan pasar atau bahasa inggrisnya independent demand inventory.

Sedangkan dalam ilmu manajemen persediaan tak hanya mengelola beberapa persediaan saja melainkan barang cacat atau tidak lolos SOP, suku cadang dan memo persediaan.

Tujuan Manajemen Persediaan

Lantas, setelah kita mengetahui beberapa jenis-jenis persediaan dan pengertian manajemen persediaan. Apakah kalian sudah tahu apa yang menjadi tujuan manajemen persediaan?

Dan setiap langkah yang dilakukan untuk manajemen persediaan pasti mengeluarkan biaya yang digunakan untuk pengelolaan persediaan. Seperti misalnya persediaan makanan yang kadaluarsanya cepat, pasti akan membutuhkan penanganan khusus. Atau bisa juga persediaan pecah belah.

Dengan adanya tujuan manajemen persediaan maka ini bisa meminimalisir kerugian dan memaksimalkan persediaan yang sudah ada dengan menekan biaya seminimal mungkin.

Dan berikut beberapa tujuan dari dilakukannya manajemen persediaan :

  1. Tersedianya persediaan (safety stock)
  2. Waktu pengerjaan di produksi lebih optimal karena tidak terburu-buru.
  3. Mengantisipasi adanya perubahan dari pihak eksternal dan internal, seperti permintaan pasar (eksternal) dan perubahan penawaran yang dilakukan (internal).
  4. Meminimalisir kemungkinan terjadinya keterlambatan pengiriman barang jadi.
  5. Dapat menyesuaikan dengan kondisi produksi.
  6. Meminimalisir kemungkinan adanya resiko kenaikan harga.
  7. Menjamin ketersediaan persediaan bahan produksi di segala musim.
  8. Dapat menyesuaikan dengan adanya permintaan yang sudah diprediksi.
  9. Memperoleh potongan harga karena membeli bahan produksi.
  10. Menjaga ketersediaan produk untuk konsumen.

Pertimbangan Biaya Manajemen Persediaan

Di bawah ini ada tujuh yang menjadi pertimbangan manajemen persediaan mengenai biaya, apa sajakah itu? Check this out:

1. Biaya setiap unitnya (item cost)

2. Biaya penyiapan pemesanan (ordering cost)

Untuk ordering cost ini terdapat beberapa, diantaranya yaitu :

  • Biaya pembelian (purchasing order)
  • Biaya ekspedisi
  • Biaya transportasi
  • Biaya penerimaan (receiving cost)
  • Kalau produk yang diproduksi dibuat sendiri maka terdapat biaya penyiapan (set up cost). Seperti biaya menyiapkan perlengkapan dan peralatan.
  • Biaya pengelolaan persediaan (carrying cost)
  • Biaya modal (cost of capital) atau biaya yang dikalkulasikan sebesar peluang yang bisa hilang jika persediaan akan dipakai untuk investasi.
  • Biaya gudang (cost of storage), asuransi dan pajak.
  • Biaya resiko kerusakan dan kehilangan (cost of obsolescence, deterioration and loss).
  • Biaya karena kehabisan persediaan (stockout cost).

Pendekatan Manajemen Persediaan

Agar penerapan manajemen persediaan bisa berjalan lancar maka ada tiga hal pendekatan yang harus dilakukan, seperti :

1. Economic Order Quantity (EOQ)

Yang disebut dengan Economic Order Quantity adalah besaran pemesanan yang paing ekonomis. Ini artinya pembelian barang dengan maksud meminimalkan biaya pemeliharaan persediaan di gudang penyimpanan dan biaya pemesanan.

2. Periodic Review

Yang dimaksud pada periodic review ini yaitu pesanan barang yang sudah dilakukan berdasar waktu yang sudah ditentukan atau periodik. Pesanan barang ini sudah terjadwal rutin, jadi biaya yang sudah dikeluarkan sudah dipersiapkan.

3. Material Requirement Planning (MRP)

MRP ini singkatan dari Material Requirement Planning, pada hal ini pembelian barang akan direncanakan terlebih dahulu seperti untuk membuat produk jadi. Tujuan MRP adalah menjamin persediaan material, item, komponen produksi dan sampai produk jadi. Dan untuk menjamin persediaan seoptimal mungkin jadi tidak berlebihan.

Dan penjelasan di atas tentang tujuan manajemen persediaan, jenis-jenis persediaan dan pengertian manajemen persediaan. Semoga ini bisa membantu dan menjadi referensi bermanfaat tentang ilmu akuntansi.

Baca juga :

Terimakasih dan semoga bermanfaat ๐Ÿ™‚