Penyebab Terjadinya Erosi Atau Pengikisan

Diposting pada

Pada materi sebelumnya kita sudah membahas sedikit tentang bentuk muka bumi yang dihasilkan tenaga eksogen dan kali ini kita akan bahas secara lebih dalam dan lengkap tentang akibat tenaga eksogen yaitu erosi atau pengikisan.

Erosi (Pengikisan)

Penyebab Terjadinya Erosi Atau Pengikisan

Semua batuan yang setiap harinya terkena sinar matahari kemudian malam harinya menjadi dingin maka secara lambat tapi pasti batuan tersebut akan terkikis. Pengikisan atau erosi dapat terjadi diakibatkan karena berikut ini :

  • Air

    Batu-batuan bisa terkikis dan bolong akibat tetesan air secara terus-menerus. Lalu air ini juga dapat membawa hancuran batuan tersebut mengikuti arus. Aliran air yang ada diakibatkan karena erosi air, yaitu :
    Erosi Percikan (splash erusion)
    Gully erosion atau erosi parit adalah kumpulan aliran dari erosi percikan.
    Valley erosion (lebih besar dari gully erosion dan kumpulannya)
    Canyon erosion (aliran paling besar karena erosi.
    Beberapa bentuk erosi air adalah jereng-jereng pegunungan dan bukit. Kalau untuk endapannya seperti delta, kipas aluvial, dan dataran banjir.

  • Angin

    Angin yang bertiup bisa mengakibatkan erosi batuan. Proses ini dinamai deflasi. Bentuk erosi angin seperti blow holes atau lubang hasil tiupan angin.

  • Gelombang Laut

    Pada umumnya gelombang ini mengakibatkan erosi di pinggir laut, dan kekuatan gelombang laut merupakan tenaga penggerak erosi gelombang.

  • Gletser

    Lalu es yang meluncur di lereng pegunungan bisa menimbulkan erosi. Hal ini dinamakan erosi gletser, beberapa bentuk erosi gletser seperti ledok berundak dan palung glacial.

  • Organisme

    Makhluk hidup atua organisme juga bisa menimbulkan erosi. Erosi organisme adalah lubang galian hewan untuk sarang mereka.

Baca juga :

  1. Dampak negatif Endogen
  2. Dampak positif Endogen
  3. Fenomena alam setelah vulkanik yang bermanfaat
  4. Jenis-jenis bentuk muka bumi dari bentuk patahan dan lipatan
  5. Proses vulkanisme : intrusi magma dan ekstrusi magma