Minyak Bumi dan Gas Alam

Diposting pada

Handy.co.idMinyak bumi dan gas alam. tuhan yang mahakaya menganugerahkan minyak bumi dan gas alam sebagai salah satu kekayaan alam di Indonesia. Minyak bumi dan gas alam merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Ketersediaan minyak bumi dan gas alam di alam cukup terbatas sehingga penggunaannya perlu dihemat.

Bagaimanakah proses pembentukan minyak bumi dan gas alam yang kita gunakan untuk memenuhi keperluan sehari-hari?

Pembentukan Minyak Bumi dan Gas Alam

Minyak bumi merupakan hasil akhir penguraian bahan-bahan organik yang berasal dari jaringan tumbuhan dan hewan baik yang terdapat di darat maupun di laut. Sisa-sisa tumbuhan dan hewan tersebut tertimbun oleh endapan pasir, lumpur dan zat-zat lain selama jutaan tahun dan mendapat tekanan serta panas bumi secara alami. Bersamaan dengan proses tersebut, bakteri pengurai merombak senyawa-senyawa kompleks dalam jasad organik menjadi senyawa-senyawa hidrokarbon.

Beberapa bagian jasad renik tersebut mengandung minyak dan lilin. Minyak dan lilin ini dapat bertahan lama di dalam perut bumi. Bagian-bagian tersebut akan membentuk bintik-bintik, warnanya pun berubah menjadi cokelat tua. Bintik-bintik itu akan tersimpan di dalam lumpur dan mengeras karena terkena tekanan bumi. Lumpur tersebut berubah menjadi batuan dan terkubur semakin dalam di dalam perut bumi. Tekanan dan panas bumi secara alami akan mengenai batuan mulai mengeluarkan minyak kental yang pekat. Semakin dalam batuan terkubur di perut bumi, maka minyak yang dihasilkan akan semakin banyak. Pada saat batuan lumpur mendidih, minyak yang dikeluarkan berupa minyak cair yang bersifat encer dan saat suhunya sangat tinggi akan dihasilkan gas alam. Gas alam ini sebagian besar berupa metana.

Sementara itu, saat lempeng kulit bumi bergerak, minyak yang terbentuk di berbagai tempat akan bergerak. Minyak bumi terbentuk akan terkumpul dalam pori-pori batu pasir atau batu kapur. Oleh karena adanya gaya kapiler dan tekanan di perut bumi lebih besar dibandingkan dengan tekanan di permukaan bumi maka minyak bumi akan bergerak ke atas. Apabila gerakan ke atas minyak bumi, terhalang oleh batuan yang kedap cairan atau batuan tidak berpori, minyak akan terperangkap dalam batuan tersebut. Oleh karena itu, minyak bumi disebut juga petroleum. Petroleum berasal dari bahas laitn, yaitu petrus artinya batu dan oleum artinya minyak.

Daerah di dalam lapisan tanah yagn kedap air tempat terkumpulnya minyak bumi disebut cekungan atau antiklinal. Lapisan paling bawah dari cekungan ini berupa air tawar atau air asin, sedangkan lapisan di atasnya berupa minyak bumi bercampur gas alam. Gas alam berada di lapisan atas minyak bumi di suatu cekungan cukup banyak dan secara komersial menguntungkan, minyak bumi tersebut diambil dengan cara pengeboran. Minyak bumi diambil dari sumur minyak yang ada di pertambangan-pertambangan minyak. Lokasi sumur-sumur minyak diperoleh setelah melalui proses studi geologi analisis sedimen karakter dan struktur sumber.

Teori pembentukan gas alam sama dengan teori pembentukan minyak bumi. Proses pembentukan gas alam bersamaan dengan pembentukan minyak bumi. Gas alam merupakan campuran alkana dengan berat molekul sedang. Komposisi gas alam tergantung pada sumbernya. Pada umumnya, gas alam terdiri atas hidrokarbon golongan metana 70-98%, etana 1-10%, propana lebih kurang 5%, butana lebih kurang 2%, petana kurang lebih 1%, dan heksana kurang lebih 0,5%. sementara itu, kandungan nonhidrokarbon dalam gas alam adalah nitrogen kurang lebih 15%, karbon diaoksida kurang lebih 1%, helim 0-5%, dan terkadang ditemukan hidrogen sulfida.

pembentukan minyak bumi dan gas alam
Gas LPG Melon

Gas alam sering juga disebut dengan gas bumi atau gas rawa, yaitu bahan bakar fosil berbentuk gas. Gas alam dapat ditemukan di ladang minyak, ladang gas bumi, dan tambang batu bara. Gas alam digunakan sebagai bahan baku pabrik pupuk, petrokimia, metanol, plastik, dan bahan bakar PLTG. Gas alam paling besar digunakan untuk komoditi ekspor dalam bentuk LNG (Liguefied Natural Gas). LNG ditransportasi menggunakan kendaraan yang dirancang khusus dan diletakkan tangki yang juga dirancang khusus.

Minyak bumi dan gas alam merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan upaya penghematan dalam penggunaannya. Selain itu, diperlukan upaya pengadaan sumber energi alternatif pengganti minyak bumi dan gas alam, misalnya batu bara, energi surya, energi panas bumi, energi air, energi angin, dan energi gelombang. Saat ini, sudah banyak ditemukan bahan bakar alternatif pengganti minyak bumi yang ramah lingkungan. Bahan bakar alternatif tersebut diantaranya biodiesel atau biosolar yang diadapat dari proses fermentasi karbohidrat dan distilasi biji jarak. Selain itu, mulai dikembangkan bahan bakar alternatif untuk memasak berupa briket arang tempurung kelapa yang memiliki kalor pembakaran lebih tinggi daripada bahan bakar minyak dan tidak menghasilkan jelaga.